Selasa, 01 Maret 2016

Di balik layar "Rujak Es Krim raddine"

          Mumpung masih jelas di ingatan saat- saat awal persiapan mau jualan rujak es krim,maka kucatatkan di sini aja kenangan itu.
Saat itu satu hari sebelum puasa ramadhan tepatnya 9 Juli 2013,dengan semangat'45  nekad pergi bertiga aku,tole, dan nduk naik angkot menuju toko Arlisah untuk belanja perabot perlengkapan jualan.Lhaadalah...ternyata sampai Arlisah tokonya tutup.Sebenarnya kalau untuk pergi mbolang kesana kemari bagiku gak ada masalah,saat masih sendiri,lha ini nduk yang saat itu masih umur 1,5th tak lepas dari gendonganku dengan asyiknya nenen selalu.Sedangkan tangan kananku sibuk mbonceng si tole yang saat itu masih 3th,masih loncat sana sini tanda keaktifannya.Karena udah siang,terpaksa aku mampir ke warung makan di ujung gang sebelah toko itu.Ya canggung,ya malu kuberanikan diri untuk memesan sepiring nasi sayur asem dengan ikan pindangnya.Maklum di warung itu kelihatannya tempat makan siangnya karyawan sekitar situ,terbukti ada beberapa karyawan laki-laki yang sedang makan.Ah yang penting aku bisa nyuapin tole dan nduk,pikirku saat itu sekalian untukku mengganjal perut dari sebagian nasi sepiring itu.Sambil makan,kupikirkan langkah selanjutnya.Ya sudahlah kulanjutkan saja perjalananku setelah ini ke daerah pasar turi.Toh menurut ibu pemilik warung, toko Arlisah libur sampai 2 hari kedepan sedangkan besok puasa hari pertama aku harus jualan.
Lanjut lagii...dari depan warung aku naik angkot menuju daerah pasar turi,lalu jalan kaki menuju Dupak Grosir.Hiii..hii kenangan tak terlupakan dan aku senyum senyum sendiri bila mengingat waktu itu.Istilah jawa kewer kewer berjalan menyusuri trotoar yang kiri nggendonng batita sambil neneni dan yang kanan mbonceng balita.Akhirnya di lokasi cuma dapat beberapa slop gelas plastik dan mainannya tole.Sebelum pulang,istirahat lagi di depan pertokoan itu.Sambil duduk mikir lagi mau lanjut kemana setelah ini,sedangkan tole disampingku asyik mengamati aktivitas mesin yang sibuk memindah box container dari tumpukan ke angkutan trailer.Iya kalau gak salah ada terminal peti kemas di sebelah kanan pertokoan Dupak grosir itu.Dan nduk,masih tetap asyik nenen.Kuputuskan melanjutkan perjalanan menuju Toeng.Jalan lagi menuju pangkalan angkot mencari cari angkot yang bisa mengantar ke tujuanku.
Ahaa..nyampe juga ke Toeng Market,dan kutemukan termos yang kumau dengan harga lebih murah pula.Setelah lengkap kebutuhanku dan keluar dari toko,jalan lagi menyusuri trotoar sepanjang jalan Agung Suprapto Surabaya.Ya..ampuuun...baru sadar...mbendeyot kiri kanan..gimana bisa tanganku mbonceng tole,sedangkan 2 kresek besar berisi termos besar dan gelas-gelas plastik,sendok serta mobil molen mainan tole harus kubawa juga.Gobyoss...terengah engah sambil duduk nunggu angkot yang bisa membawaku menuju terminal Joyoboyo.Di pertigaan ujung jalan Agung soeprapto,tepatnya sebelah kanan taman Surya..aku duduk istirahat sambil nunggu angkot.Hee..hee.. andai saat itu pakne tole tahu keberadaanku dan kenekadanku membawa bocil bocil ini mbolang...bakalan mencak mencak dah.Pakne,saat itu dirimu ada di dalam ruangan kantor dan aku lagi duduk bertiga di trotoar taman surya...deket sekali kaaan...
Alhamdulillaah,nyampe rumah juga walaupun dengan perjuangan keras di perjalanan,belum lagi tadi saat di dalam angkot ada ibu2 chines komentar "mbak,kok belanjaannya banyak sekali mau jualan ta?sudah punya dua anak masih mau jualan,nanti kalau repot sama anak dan dagangan,badan capek,gak ada waktu buat ngramut badan.Wah..suami nyleweng.Wis bathi awak pegel ati mangkel.Aku wis ngalami iku"
Ahh...semoga itu cukup jadi pengalaman njenengan bu,dan pelajaran buatku.jangan sampai terjadi padaku.Ada nilai lebih tinggi yang ingin kuperjuangkan,bukan sekedar jualan cari keuntungan.
Niat begitu kuat dihatiku untuk berjualan adalah aku ingin mengajak keponakanku untuk bersama belajar, bekerja sama dalam team,juga melatih mental.Tak lupa juga ingin mencari tambahan pendapatan untuk uang sakunya.Maklum,saat itu aku udah resign dari pekerjaan sabagai karyawan swasta setelah 12 tahun bekerja dan satu satunya penghasilan berasal dari suami tercinta.Masih cukup untuk biaya sekolah keponakanku yang saat itu kelas 2 smk,dan biaya hidup kami berlima.Tetapi ada keinginan lebih dariku yang ingin bisa membantu pendidikannya ke tingkat lanjut.Aku ingin dia bisa melanjutkan kuliah setelah lulus smk,dan masih ada waktu untuk berusaha mengumpulkan bekal biaya.Maka jualan makanan menjadi pilihanku diataranya karena tidak butuh modal banyak dan masih mampu untuk kuusahakan dengan tanganku.Anggaplah jualan ini aku dedikasikan terutama untuk keponakanku yang yatim itu.Setiap hari aku sibuk memasak dan mempersiapkan perlengkapannya,dan ponakanku bertugas memutar adonan es supaya beku jadi es puter setelah pulang sekolah.Jadi seperti kerja bakti begitulah kegiatanku,karena hasil jualan kusisihkan dan kucatat sebagai tabungannya.Tiap hari aku sibuk di dapur,dan yang berangkat jualan serta melayani pembeli adalah keponakanku itu.Sebenarnya capek juga,tiap hari udah sibuk ngurus 2 balita.Perasaan bahagia bahwa aku masih bisa berbuat sesuatu untuk keponakanku, dan bisa kuusahakan untuk mensuportnya itulah yang selalu membuatku semangat dan mengobati kelelahanku.Yaa,ternyata aku masih bisa berkarya dari rumah.
Akhirnyaaa....setelah sekitar 7 bulan  jualan rujak es krim,terkumpul skitar 3jtan hasil jualan.Untuk kami yang masih sangat amatiran ini cukup lumayan hasil segitu,belum lagi pelajaran dari banyak pengalaman baru yang kami dapatkan selama jualan nilainya lebih dari nominal itu.
Kelulusan keponakanku dari smk diikuti kelolosannya masuk ke sebuah Institut seni negeri di sebuah kota di propinsi Jateng.Dengan bekal uang itu dia bisa membayar biaya masuk kuliah pertama.Walaupun jurusan yang dia ambil tidak sesuai dengan anjuranku,ya sudahlah kulepaskan dia untuk menjalani takdirnya sendiri.Kubiarkan dia berproses menjadi pribadi utuh yang dewasa dan mandiri.Semoga pengalamannya saat hidup bersama kami bisa dijadikan bekal untuk bisa bertahan di dunia luar.
Saat itu,setelah kelulusan keponakanku aku vakum dari jualan.Kebetulan aku mendapat satu amanah lagi,bayi mungil perempuan anugrah Allah SWT yang menjadi anak ketiga kami.
Perjalanan sampai disini,aku dan suami telah menyelesaikan amanah untuk mengasuh dan menyekolahkan 2 keponakanku,anak dari almarhum kakakku.Tiga tahun pertama kami mengasuh keponakan yatim perempuan dari lulus SMP sampai dia lulus SMA.Tiga tahun kedua,kami mengasuh keponakan yatim laki-laki adiknya yang perempuan untuk melanjutkan sekolah dari lulus SMP sampai lulus SMK.
Kini,mereka sudah lulus sekolah juga sudah mandiri.Aku berniat untuk mengulang aktivitas jualan ini supaya aku tetap bisa berkarya dari dapurku sendiri tanpa meninggalkan ketiga anakku.Aku ingin bisa berbuat lebih banyak lagi,mengulurkan bantuan saat mereka membutuhkan.Bahkan saat kami sendiri banyak kebutuhan,aku ingin bisa berbuat sesuatu membantu suamiku.



   Hii..hiii..becaknya ngintip intip..kendaraan yang dipakai keponakanku saat pertama jualan.Becak yang kusewa ke tetanggaku selama seminggu dengan ongkos 100rb.Dua jempol untukmu yang bisa mengalahkan rasa malu mengayuh becak menuju trotoar tempat jualanmu.Aku paham perasaanmu waktu itu..tapi untuk ukuran seorang ABG,kamu sudah hebat kok Lee.. dan lulus ujian mental.Saluut.



Ini toleku yang jadi pelanggan setia rujak es krim buatanku.Selalu riang gembira bila kuajak menengok tempat jualan kakak sepupunya.Banner dadakan yang kupesan,maafkan foto rujak es krim yang terpaksa nyomot di pak dhe google.Matur nuwun untuk pemiliknya.




Inilah sarana jualan generasi ke2 setelah becak.Rombong motor ini yang memudahkan mobilitas dalam berjualan.Yang menjadi saksi bisu saat beberapa kali Satpol PP berpatroli dan mengusir para pkl termasuk keponakanku.




Ini dia penjual rujak es krim yang bolak balik diobrak Satpol PP wkwkkk..... Namanya "Wenas", dialah keponakanku yang yatim itu,yang menjadi harapanku satu satunya untuk bisa menjadi pemimpin dikeluarganya,menggantikan Ayahnya yang tak lain adalah kakak kandungku.Dia yatim sejak umur 5th,dan sekarang kuliah semester 2.

Label: , , , , ,